Senin, 26 Januari 2009

Kenapa Anda Harus Kuliah


Oleh : Muhammad Fauzi Rahman

Pernahkah anda menanyakan pada diri anda kenapa anda harus kuliah? Apakah karena gengsi dengan kawan? atau biar bisa dapat uang saku untuk dapat berbelanja dan hidup hidonis yang tidak karuan? Atau hanya sekedar ikut-ikutan dengan kawan yang sudah kuliah? Wah saya harap anda bukan tersemasuk didalamnya, jikalau iya, anda sudah terjangkit salah satu penyakit akut yang harus dibasmi dalam kehidupan masyarkat, karena kehadiran anda hanya menambah beban masyarakat yang hidupnya sudah semakin terpuruk.

Inilah problematika kehidupan mahasiswa yang sudah jauh panggang dari api. Berbagai perubahan terjadi dalam sendi-sendi kehidupan mahasiswa, mulai dari pudarnya nilai idealisme mahasiswa, kehidupan yang sudah terkontaminasi dengan hedonitas dan materialis yang tidak karuan, serta tujuan dasar seseorang memakai gelar mahasiswa yang kini hanya sekedar gengsi, dan bisa di bilang terpelajar, tetapi pada kenyataannya mereka tidak lebih dari pecundang yang mengandalkan orang tua untuk setiap keinginannya dan bahkan lebih buruknya ketika mereka diterjunkan ke masyarakat mereka hanya menjadi sampah-sampah masyarakat seperti orang yang tidak berpendidikan.

Berbagai perubahan sendi-sendi kehidupan mahasiswa dapat dilihat dari tujuan dasar mereka kuliah, hal inilah yang melatar belakangi perubahan orientasi dan mutasi idealisme mahasiswa yang merupakan nilai dasar sendi perjuangan mahasiswa sebagai agen of change, agen of control and agen of leader. Selain itu gaya hidup hedonis yang merebak membuat motivasi mahasiswa berkecimpung di dunia kemahasiswaan dan keorganisasian rendah. Kalau begini keadaanya bagaimana Indonesia bisa maju dan terlepas dari keterpurukannya? Generasinya saja tidak mau tahu dan tidak mau ambil pusing berusaha ikut serta membangun bangsanya. Wah, bisa gawat ini bung, apa kata dunia, jika Indonesia terlena dengan keterpurukannya ?

Kalau begini keadaanya ada baiknya anda berpikir kembali, apakah anda layak di sebut seorang mahasiswa? Ataukah seorang pecundang? Anda yang tentukan pilihan tersebut, tapi saya harap anda tidak memilih pecundang, bisa gawat nantinya. Jika anda saat ini sudah berkecimpung didunia pendidikan, dan tidak mau dibilang pecundang ada baiknya anda melihat motivasi anda mengikuti perkuliahan. Kalau anda mengkuti kuliah hanya menjadi mahasiswa biasa-biasa saja, ada baiknya anda berhenti, karena kehadiran anda akan menambah jumlah pengangguran berpendidikan dan tidak menjadi solusi mengentaskan pengangguran.

Masih adakah motivasi sukses anda sebagai mahasiswa yang mempunyai nilai plus di mata masyarakat? Saya yakin, ketika anda masuk diperguruan tinggi favorit yang anda impikan, pasti terbayang keinginan dan impian yang ingin anda capai, baik itu untuk meningkatkan kemampuan dan potensi anda, maupun untuk meningkatkan prestasi dan kemampuan studi anda demi orang tua dan merubah kehidupan anda untuk lebih sejahtera dari orang tua anda, namun seiring berjalannya waktu dan dinamika kehidupan yang anda lalui, membuat motivasi anda pudar dan berpaling keorientasi yang tidak menentu dan tejerat dalam kehidupan hedonis yang hanya membuat anda terlena dengan gaya hidup yang sesungguhnya tidak dapat anda ikuti karena setatus anda saat ini sebagai mahasiswa dan masih ditanggung oleh orang tua. Mari update kembali motivasi anda yang mulai pudar, raihlah kesuksesan hakiki baik itu di dunia maupun di akhirat, karena alangkah indahnya jika kita sukses didunia, juga sukses di akhira.

Karena kesuksesan tidak terlepas dari kemampuan kita memahami hidup dan menyadari hakikat diri kita sebagai mahluk ciptaan Allah swt, hal ini tertuang dalam firmanna :

“ Sesungguhnya beruntung dan sukseslah orang- orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusuk dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna (sia-sia) dan orang-orang yang menuaikan zakat dan mereka yang menjaga kehormatannya” (QS. 23: 1-5 )


Jadilah Sang Aktor Perubahan.Oke

Rabu, 21 Januari 2009

Ada Apa dengan Obama???

Pemilihan Presiden bagi suatu Negara merupakan hal yang biasa. Tetapi tidak dalam pemilihan presiden di Amerika khususnya ketika Obama warga Negara kulit hitam terpilih di negera yang dari dulu masih terdapat diskriminasi antara kulit putih dan kulit hitam.

Ia adalah orang kulit hitam pertama yang menjadi calon presiden Amerika dari partai besar dan jika ia berhasil mengalahkan calon dari partai Republik John McCain dalam pemilihan umum bulan November, ia akan menjadi presiden kulit hitam pertama Amerika.
Sosok Obama kini dianggap sebagai pembaharu pemerintahan Amerika. Seluruh pelosok
Amerika sangat memuja dan menyanjungnya. Keadaan ini, membuat saya bertanya ada apa dengan Obama? Sosok yang secara sepintas tampak biasa-biasa saja.

Dalam kesempatan ini, saya mencoba menilik sisi kehidupan Obama mengapa banyak orang terpukau dengan provit kehidupannya yang saya kutip dari BBCINDONESIA.COM.

Kesayangan media
Obama, yang berusia 47 tahun, pertama kali dikenal di tingkat nasional dan internasional ketika memberikan pidato yang menggugah dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat tahun 2004.

BARACK OBAMA
Lahir 4 Agustus 1961 di Hawaii
Belajar hukum di Harvard
Bekerja sebagai pengacara di Chicago
Menjadi senator negara bagian Illinois 1996-2004
Terpilih ke Senat AS tahun 2004

Putra seorang pria Kenya dan wanita kulit putih dari Kansas, Obama menekankan sejarah pribadinya dalam sebuah pidato yang menggambarkan gagasan tradisional Amerika yang mandiri dan penuh aspirasi.

"Melalui kerja keras dan keuletan ayah saya mendapat beasiswa untuk belajar ditempat yang magis, Amerika, yang menjadi pertanda kebebasan dan kesempatan bagi begitu banyak orang yang datang ke negara ini," ia mengatakan.

Setelah kemenangan besarnya dalam pemilihan di Senat Amerika beberapa bulan kemudian ia menjadi kesayangan media dan salah satu tokoh yang paling terkenal di Washington. Dua buku karyanya laris terjual.

Ia mendapat dukungan pembawa acara televisi untuk acara bincang-bincang, Oprah Winfrey. Oprah, tidak hanya mendesak Obama agar mengumumkan pencalonnya untuk mendapatkan nominasi partai Demokrat dalam acaranya, namun juga muncul dalam acara-acara kampanye bersamanya.

Hampir 30.000 orang menghadiri rapat besar di South Carolina tahun 2007, yang oleh Oprah, Obama digambarkan "mempunyai telinga untuk mendengarkan dengan baik dan lidah yang dicelupkan dalam kebenaran yang tak dipulas".

Ia juga memecahkan rekor semua pengumpulan dana, dengan memanfaatkan internet untuk mengumpulkan sumbangan kecil dan sumbangan yang lebih besar dari perusahaan-perusahaan donor.

Sebagai senator Illinois, ia telah mempunyai catatan baik dalam mendukung kebijakan-kebijakan yang liberal. Ia juga telah bekerjasama dengan rekan-rekannya dari partai Republik dalam masalah seperti pendidikan mengenai AIDS dan pencegahannya.

Besar di dunia internasional
Nama Obama diambil dari nama ayahnya, yang besar di Kenya dan menggembala kambing namun mendapat beasiswa untuk belajar di Hawai.

Di sana pria Kenya itu bertemu dan menikahi ibu Obama, yang tinggal di Honolulu bersama orang tuanya.

Ketika Obama masih balita, ayahnya mendapat kesempatan untuk belajar di Harvard namun tidak ada dana bagi keluarganya untuk ikut bersamanya. Ia kemudian kembali ke Kenya sendirian, bekerja sebagai ekonom pemerintah dan pasangan itu bercerai.

Ketika Obama berusia enam tahun, ibunya, Ann, menikah dengan pria Indonesia dan keluarganya pindah ke Jakarta.

Meskipun ayahnya dan ayah tirinya Muslim, Obama beragama Kristen dan masuk sekolah Katholik selama empat tahun tinggal di Indonesia.

Ia kemudian balik ke Hawai untuk tinggal bersama kakek-neneknya dan bersekolah di sana.

Obama belajar ilmu politik di Universitas Columbia di New York, kemudian pindah ke Chicago dan selama tiga tahun menjadi petugas masyarakat.

Tahun 1988 ia belajar hukum di Universitas Harvard dan menjadi orang pertama keturunan Afrika yang menjabat presiden Harvard Law Review, sebuah organisasi independen mahasiswa Universitas Harvard yang menerbitkan jurnal hukum.

Setelah Harvard, Obama kembali ke Chicago untuk praktek hukum hak-hak sipil, menangani para korban diskriminasi dalam bidang perumahan dan pekerjaan. Ia menjabat sebagai senator negara bagian Illinois dari tahun 1996 sampai 2004.

Ia menikah dengan seorang pengacara, Michelle, dan mempunyai dua anak perempuan, Malia dan Sasha.

Ras
Senator Obama menjadi anggota gereja Persatuan Kristus di Chicago selama hampir dua dasawarsa namun keluar dari gereja itu bulan Mei 2008 setelah kotbah kontroversial para pendeta gereja itu yang menjadi berita besar di media.
Pendeta Jeremiah Wright dikutip mengatakan bahwa serangan 11 September bagaikan "ayam

pulang kandang" dan bahwa Tuhan harus menghukum Amerika karena memperlakukan orang kulit hitam secara "kurang manusiawi".

Berbicara untuk meredakan kemarahan, Obama menangani masalah ras secara langsung, menyerukan agar Amerika melangkah meninggalkan sejarahnya yang panjang mengenai ketidak sejajaran rasial.

"Kemarahan yang ada memang benar, sangat kuat, dan untuk berharap hal itu akan hilang, untuk mengecamnya tanpa memahami akarnya, hanya akan memperluas jenjang kesalahpahamam antara kedua ras," ia mengatakan.

Obama mengecam perang Irak sejak dini, menentang prospek terjadinya perang beberapa bulan sebelum invasi bulan Maret 2003.

Kesediannya untuk berbicara dengan para pemimpin Iran tanpa prasyarat dikecam sebagai kelalaian oleh saingan calon presiden dari partai Republik.
Obama sering bergurau bahwa orang selalu salah menyebut namanya sebagai "Alabama" atau "Yo Mama".

Dengan profil Obama semakin naik di tengah-tengah gencarnya kegiatan pemilihan, tampaknya tidak mungkin banyak orang masih menyebut namanya secara salah.

Sekarang kita refleksikan pada kehidupan pemerintahan kita. adakah sosok itu saat ini? sosok yang memberikan prubahan dalam tatanan dimensi kehidupan Indonesia yang di dera multidimensi krisis dan bencana?

MARI KITA TANYA DAN REFLEKSIKAN DALAM DIRI KITA SENDIRI, DAPATKAN KITA MENJADI PELOPOR DAN AKTOR DALAM KEHIDUPAN NEGARA INDONESIA YANG KITA CINTAI INI???
..............

Senin, 19 Januari 2009

Dinamika Budaya, Stagnansi Klasik

Dilihat dari letak astronomis, Indonesia terletak antara 60 LU - 110 LS dan 950 BT – 1410 BT, hal ini menyebabkan Indonesia merupakan salah Negara kepulauan tropis terbesar di dunia, dan berdasarkan data Indonesia memiliki kurang lebih 18.110 pulau dari Sabang sampai Marauke. Keberadaan ini memberikan kontribusi yang besar terhadap bangsa Indonesia, karena secara tidak langsung Indonesia memiliki kekayaan melimpah baik dari segi fisik maupun sosial budaya masyarakat. Dari segi fisik, Indonesia memiliki kekayaan alam baik itu hayati (flora dan fauna) maupun nonhayati (tambang).

Selain kaya akan sumberdaya alamnya, Indonesia juga kaya akan keanekaragaman kondisi sosial budaya. Dilihat dari sudut demografi, Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau memiliki ratusan etnis, bahasa, dan seni yang sudah lama berkembang menjadi sebuah masyarakat dengan keanekaragaman budaya. Sejarah menunjukkan bahwa Indonesia telah mengalami difusi kebudayaan sejak berabad abad yang lampau. Kepulauan ini pernah dihuni oleh berbagai jenis ras seperti manusia Pithecanthropus Erectus (Homo Soloensis), Austro Melanesoid, Mongoloid, Proto Melayu, dan lain-lain yang semuanya meningalkan sisa-sisa kebudayaannya sampai sekarang. Selain itu, perkembangan budaya di Indonesia juga dipengaruhi oleh keberadaan agama-agama besar di dunia seperti Islam, Hindu, Budha, Kristen dan Katolik memberi warna dan corak kepada kebudayaan Indonesia yang ada sekarang.

Keadaan ini dapat dilihat dari aktifitas masyarakat Indonesia yang kini terkesan jauh dari nilai luhur budaya bangsa. Dilihat secara mendalam, mulai dari individu, keluarga dan masyarakat khususnya generasi muda kini enggan mendalami dan mengaplikasikan nilai-nilai luhur budayanya dalam aktifitas sehari-hari. Khususnya unsur pokok yang terkandung dalam nilai luhur budaya.

Kenyataan di kehidupan masyarakat menunjukkan krisis kebudayaan, sebagai contoh penggunaan bahasa daerah yang merupakan identitas suatu budaya (suku) kini jarang digunakan dalam komunikasi sehari-hari, dan bahkan tidak memahami sejarah dan tata bahasa daerah, penggunaan alat musik dan lagu daerahnya dan hal-hal lain yang terkandung dalam nilai luhur budaya daerahnya.
Selain itu belum lama kita menghadapi permasalah yang cukup menghebohkan, dimana budaya tradisional Indonesia yang menjadi jati diri suatu budaya daerah ini dianggap telah dicuri oleh salah satu negeri tetangga. Seperti batik, angklung hingga lagu-lagu rakyat. Budaya ini kemudian di hak patenkan, sementar beribu kebudayaan daerah kini nasibnya cukup mengkhawatirkan, dan dapat dikatakan akan terancam punah. Namun permasalahan itu juga membuat kita tersentak bahwa selama ini ternyata kita telah mengabaikan budaya tradisional sendiri sehingga kecolongan oleh bangsa lain yang lebih pandai memanfaatkannya untuk kepentingan mereka.
Permasalahan ini jika tidak di tangani serius akan menimbulkan dampak yang besar dalam tata kehidupan masyarakat, karena akan berdampak pada hilangnya nilai luhur jati diri bangsa Indonesia.

Jumat, 16 Januari 2009

Hanya Tinggal Kenangan*)

Oleh : EMBUN HAYANI

Kupandangi photo yang masih kupegang di tangan kiriku. Wajah yang tak mungkin dapat aku lupakan, senantiasa tergambar jelas di benakku, setiap kali aku pandang photo itu. Kenangan suka dan duka yang kerap kali hadir mengisi hari-hariku, begitu jelas melekat.

“ Dia “, orang yang ada di photo itu sangat berarti bagiku. Keberanianku melangkah, dan salah satu motivasi hidupku adalah dia. Namun…, rasa sesal senantiasa menghantui jikalau aku teringat peristiwa itu. Peristiwa dimana aku harus kehilangan dia untuk selama-lamanya.

Kuhapus butiran bening yang menetes membasahi kedua belah pipiku, tanpa aku sadari. Ingin rasanya diri ini menjerit memanggil-manggilnya, supaya ia kembali bersamaku, mengisi hari-hariku lagi. Namun itu tak mungkin, yang telah pergi tak mungkin dapat kembali.

“ Ya Ghofur, ampuni hamba yang penuh dosa ini !. Ampunkanlah hamba yang belum sempat membahagiakannya. Bahagiakanlah ia disana ! ”, batinku lirih.

Terdengar pintu kamar di ketuk seseorang. Tanpa kupersilahkan masuk, orang tersebut sudah masuk saja. Dan kebiasaan itu jelas saja sudah tak kuhiraukan, karena aku telah faham betul itu adalah kebiasaan si-cantik dan si-imut “ Nadia ” sahabat kentalku sejak kecil. Ya …, Nadia adalah sahabat yang terbaik bagiku. Dia sudah seperti saudara bagiku.

Sejak kecil Nadia ditinggal pergi kedua orang tuanya. Dan ayahku yang merupakan sahabat ayahnya, dengan tangan terbuka, menjadi pengganti orang tua Nadia yang telah pergi dan tak akan pernah kembali. Sejak saat itulah ia tinggal di sini. Dirumah ini, terlebih setelah ayah tiada.

Segera ku letakkan lagi photo itu di tempatnya semula. Diatas meja belajarku.
“ Kau baik-baik sajakan Ranaa ? “, tanyanya padaku.

Aku tersenyum, ia menghela dan menarik nafas tak panjang.
“ Kuharap kau baik-baik saja. Aku tahu, semua itu sulit bagimu untuk menerima kenyataan. Aku faham mengapa kau begitu, karena sebelum dirimu, aku juga sudah mengalaminya deluan. Kau harus kuat ! Aku tak ingin melihatmu lemah ! Semangatlah wahai sahabatku ! ”.

Kupandangi wajahnya dengan seksama.

“ Kau beruntung Nadia. Meski kau ditinggal pergi kedua orang tuamu sejak kau berusia 10 tahun, setidaknya kau pernah merasakan kebahagiaan keluarga yang sempurna. Kau tahu bagaimana wajah ibumu, sementara aku ? Jangankan melihat wajahnya ! jangankan bertemu dengannya ! membayangkan siapa diapun aku mampu, karena dari dulu aku hanya mengenal sesosok ayah sekaligus ibu hanya dari ayahku yang kini telah tiada ”, batinku terenyuh.

“ Ayolah Ranaa…, kau harus semangat ! apa kau terus menyesali nasib, tidakkan ?? “, tanyanya sembari duduk tepat disampingku.

“ Kau tahu ? Aku sangat benci dia ! Dia yang membuatku menjadi manusia bersalah atas kepergian ayah. Dia kejam !! Kenapa aku harus lahir dari rahim orang seperti dia ? Kenapa ? ”.

Nadia Menggelengkan kepala.
“ Kenapa kau begitu ? Bagaimanapun ia tetap ibumu. Sebaik dan sejahat apapun ia, ia tetap ibumu “.
“ Kau tak faham…!! ”.
“ Aku faham “.
“ Tidak ! kau tak akan pernah faham apa yang kurasakan karena kau tak pernah mengalaminya. Kau tak faham…”, tiba-tiba air mataku menetes lagi.

Disandarkan kepalaku di pundaknya. Dibiarkannya aku meluapkan segala rasa yang berkecamuk di dalam dada. Benci, sedih, takut, dan bingung bercampur menjadi satu tak tahu bagaimana cara memisahkannya. Benci pada sosok yang bernama “ Ibu “. Wanita itu yang begitu tega meninggalkan ayah dan aku hanya karena “ harta ”, yang karenanya ayah mengubur dalam-dalam kenangan pahit itu, tanpa ingin berbagi termasuk padaku. Wanita itu…, yang membuatku sempat berburuk sangka pada ayah. Menuduh ayah yang bukan-bukan, karena keingin tahuanku tentang “ Dia ”. Hingga peristiwa itu, aku harus kehilangan ayah, gara-gara wanita itu, rasa sesal itu senantiasa menghantui.

Aku terus saja mengutuk wanita itu, bila aku ingat ayah. Lebih baik aku tak mengetahui kisah pahit tersebut. Aku telah melukai perasaan ayah.

Aku sedih harus kehilangan dia, yang lebih ,menyedihkan lagi ia harus pergi dengan cara yang mengenaskan. Ia rala mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan aku, sewaktu aku mencoba mengakhiri hidupku karena rasa keputusasaanku ingin mengetahui “Ada apa dengan Ibu ? ” Ayah terjatuh dari lantai 3, gedung sekolahku, sewaktu hendak menarik tanganku.

Ayah sempat dirawat dirumah sakit. Tapi apa daya, semua harus berakhir tragis. Namun sebelumnya aku sempat mendengar kisah pahit itu dari penuturan ayah sewaktu ayah mencoba menyelamatkanku. Saat itu, kaki kiriku tergelincir. Jika Allah tak menggerakkan tangan ayah untuk menarik tangan kananku, mungkin aku telah tiada, namun mungkin itu lebih baik daripada aku kehilangan dia seperti sekarang ini.

Ditambah rasa takut akan keadaanku sekarang ini. Takut akan dosa-dosaku. Apa yang akan kupertanggung jawabkan pada-Nya, jika saat itu tiba ? Bayangan itu senantiasa menjelma dalam tidurku. Terlebih setelah dokter memvonisku “ KANKER OTAK ” yang kecil kemungkinan untuk sembuh.

Bingung membayangkan apa yang akan terjadi pada Nadia setelah kepergianku.
“ Oh Tuhan…, mengapa ini harus terjadi ? ”, batinku selalu bertanya.
Kurebahkan tubuhku diranjang yang berlapiskan seprai pink bermotif mawar merah. Kubiarkan butiran bening itu jatuh dan ikut serta membasahi bantal yang menjadi sandaran kelapaku sekarang.

“ Sudahlah Ranaa ! Lebih baik sekarang kau temui susilo di ruang tamu ! Dari tadi ia menunggumu. Kasihan tuh dia seperti kambing congek nunggui kamu yang enggak keluar-keluar dari peraduan ” .

“ Nadia, please ! Suruh pulang saja dia ! Aku udah enggak ada hubungan apapun dengannya, jadi untuk apa lagi bertemu dengannya ?”.

“ Keputusanmu sudah betul untuk tak berpacaran lagi dengannya ! Tapi aku harap itu karena hidayah Allah. Bukan karena…”.

Belum sempat Nadia melanjutkan perkataannya, langsung aku memotong ucapannya.
“ Tenang saja ! Insya Allah karena hidayah Allah, bukan karena penyakit yang kuderita. Dan kau tak perlu merasa bersalah begitu !”.
“ Maaf ya…!”.
“ Sekarang kau harus mendengar dan melaksanakan perintahku. Temui dia.

Mungkin dia ada perlu penting denganmu. Karena itu tadi yang ia katakana padaku. Makanya aku perbolehkan ia masuk. Oke !”. Sembari menghapus air mataku dan menuntunku menemui Susilo.

“ Langsung saja ! apa maksud kedatanganmu ke sini ?”, tanyaku dengan tegas.
Ia bukan menjawab malah tersenyum. Senyuman yang begitu khas dan amat mengesankan setiap aku bertemu dengannya. Tapi itu dulu, dimasa laluku. Kini senyuman itu adalah sesuatu yang sangat menjengkelkan bagiku. Dan yang lebih menjengkelkan lagi ketika dia memandangiku secata seksama dari atas hingga ujung kaki.

Meski begitu, jika aku berkata jujur, jauh dilubuk hati ini, perasaan itu masih sama. Bagiku cukup ia yang pertama dan terakhir. Walau aku sadar, aku tak mungkin memilikinya. Hidupku tak mungkin lama lagi.

“ Kau masih tetap cantik…, Ranaa ”, pujinya.
“Meski kau telah berubahm, kau tetap sama, busana yang kau kenakan sekarang tak membuatmu menjadi lebih jelek. Bahkan semakin cantik ”.

Dia masih terus memujiku dan aku masih tetap diam.
“ Bagiku kau adalah…”.
Belum sempat ia melanjutkan ucapannya, aku sudah menyela terlebih dahulu.
“ Cukup Susilo !! Kau datang kesini bukan sekedar untuk memujiku kan ?”.
Lagi-lagi ia tersenyum.

“ Simpan saja senyummu itu ! aku enggak butuh !” dengan nada ketus.
“ Oke…,oke ! memang ada hal penting yang ingin aku bicarakan padamu ”.
“ Maksimal 3 menit !!”, jawabku tegas.

“ Baiklah ! Langsung saja, perlu kau ketahui Ranaa, meski kau memutuskan kita untuk berpisah, perasaanku tetap sama. Sampai saat ini kaulah satu-satunya wanita yang ada dihatiku. Bahkan sampai nanti. Tapi apa daya, takdir berkehendak lain ! Aku tak kuasa akan hal itu. Aku begitu menyayangimu, aku…….”.

“ Stop !!”, bentakku.
“ Ranaa, please ! Aku belum selesai bicara ”.
“ Sudah kukatakan langsung saja ! Maksimal 3 menit, kalau hanya itu yang ingin kau kata-kan lebih baik kau…., kau…”.

“ Oke, sabar ya ! Tenang saja aku akan pergi dari kehidupanmu untuk selamanya agar kau senang. Tapi ijinkan aku untuk mengatakan hal ini padamu. Aku prihatin atas apa yang kau derita ! Semoga oprasimu berjalan lancar nantinya! agar kau…, agar kau…”.

“ Cukup ! Apa sebenarnya yang ingin kau katakan ?, dari tadi kau hanya bertele-tele. Darimana kau tahu hal itu ?”, tanyaku selidik.

“ Maaf ! tanpa sengaja aku mendengarkan pembicaraan kau dan Nadia sewaktu kau minta “ putus ”. Karena aku sangat menyayangimu apa adanya. Tapi aku sudah terlanjur…”.

“ Terlanjur apa ?”.
Ia bukan menjawab malah mengambil sesuatu dari tasnya. Benda itu seperti surat undangan. Hatiku mulai menerka-nerka, jangan-jangan itu undangan pernikahannya, tapi dengan siapa…?. Jika itu benar, aku tak tahu harus berbuat apa, yang kutahu pasti aku sangat kehilangan.

Dugaan itu terjawab akhirnya. Setelah ia menyodorkannya padaku, ternyata benar, sebuah undangan pernikahan.
Langsung saja kuambil dan kubuka undangan tersebut, betapa terkejutnya diriku melihat nama yang terpampang di sana.
Sania
&
Susilo

Oh Tuhan apa maksud semua ini ? Sania ? Wanita itu…? Bukankah kemarin ia baru saja mengatakan ikut prihatin atas apa yang terjadi antara aku dan Susilo ?.

“ Aku tahu itu sulit untuk kau terima. Seminggu setelah peristiwa kau meminta putus. Saat itu aku belum tahu apa yang kau derita. Akhirnya dengan berat hati aku terima perjodohan itu, yang memang sudah lama direncanakan bunda dan keluarganya. Tapi perlu kau tahu, perasaanku takkan pernah berubah sampai kapanpun ”.

“ Itu urusanmu. Kuharap kau tinggalkan aku sekarang juga ! Dan tolong tepati janjimu !”.

“ Oke, aku akan pergi, jika itu membuatmu bahagia. Tolong kau datang ke acara pernikahanku. Jika kau tak datang, aku batalkan saja !”.

Aku hanya diam. Namun didalam diamku ingin rasanya aku menjerit. Tapi tak mungkin, karena aku tak ingin terlihat cengeng di depannya.
“ Aku serius !, dan Insya Allah aku akan menemani operasimu. Kuharap kau tak menolak. Kalau begitu aku permisi. Assalamu’alaikum…”.

Belum sempat terjawab salamnya, dia sudah berlalu pergi, meninggalkanku sendiri dalam keterpakuan. Tanpa sadar butiran itu kembali menetes, membasahi pipiku. Kini benteng hatiku tak dapat aku pertahankan lagi, butiran bening terus mengalis membasahi pipiku seiring kepergiannya. Biarlah, mungkin memang ini yang terbaik.

* * *

Hari itu datang juga. Pertarungan antara hidup dan mati akan segera dimulai. Nadia terus saja menyemangatiku, bagitu juga Susilo, ternyata ia menepati janjinya untuk menemaniku. Kulihat bola matanya berkaca-kaca.

Aku tahu, mungkin aku akan kalah. Bukannya aku tak percaya adanya Allah, tapi aku sudah pasrah, jikalau memang Allah hendak mengambil nyawaku. Penyakit yang aku derita ini sudah terlambat untuk disembuhkan.

Lima menit kemudian, aku sudah berada di satu ruangan yang diatas pintunya bertuliskan “ Ruang Operasi ”, jika dilihat dari koridor lorong rumah sakit. Berbagai peralatan untuk operasi telah dipersiapkan. Seorang dokter dengan ditemani beberapa perawat masih sempat aku lihat, sebelum salah seorang dari mereka menyuntikkan obat bius padaku.

Setelah itu, aku tak tahu lagi apa yang terjadi ? Senua terlihat hitam tanpa cahaya sedikitpun. Dan yang lebih membingungkan, terasa ada sesuatu yang hilang, sewaktu sesuatu menyentuh ubun-ubun dikepala. Gelap….! Tanpa ada cahaya sedikitpun !!!.


* * *
*) Cerpen ini di ajukan untuk mengikuti Sayembara Corat – Coret yang di adakan oleh BTM3 UNIMED 2008.

Kamis, 15 Januari 2009

Illegal Logging, Realita yang Mengharukan

Oleh : Muhammad Fauzi Rahman

” Dan janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi, sesudah ( Allah ) memperbaikinya dan berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut ( tidak akan diterima ) dan harapan ( akan dikabulkan ). Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya ( hujan ); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami bangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran”. ( QS. Al-A’raaf: 56 )


Maha Suci Allah, atas segala nikmat dan limpahan karunia-Nya. Begitu banyak nikmat dan karunia-Nya ditebarkan baik didalam maupun permukaan bumi. Khususnya Indonesia, dengan keAgungan-Nya, Indonesia berada pada daerah tropis yang memiliki hutan tropik dengan kekayaan flora dan fauna yang melimpah ruah. Keberadaan itu membuat Indonsia termasuk salah satu negara yang memiliki SDA terbesar di dunia, terutama sumber hutan yang tersebar dari sabang sampai marauke.

Kekayaan Hutan Indonesia

Berdasarkan data Dinas Kehutanan, pada tahun 1950 dalam skema peta vegetasi menyatakan bahwa 10 % dari hutan Indonesia merupakan hutan tropik dunia, dimana luas hutan Indonesia sekitar 162.290.000 Ha ( 84 % menutupi daratan Indonesia ), yang terdiri dari hutan primer dan sekunder dengan rincian, luas hutan Kalimantan sekitar 51.070.000 Ha, Sumatra 37.370.000 Ha, Maluku 7.300.000 Ha, Jawa 5.070.000 Ha, dan Bali juga Nusa Tenggara Barat/ Timur sekitar 3.400.000 Ha. Keadaan ini membuat Indonesia memiliki 515 jenis mamalia ( 12 % dari jumlah mamalia dunia ), 1519 jenis burung dengan 397 jenis burungnya hanya terdapat di Indonesia dan 16 jenis binatang reptil dan amphibi, serta terdapat 1400 jenis ikan ( 25 % dari jenis ikan dunia ) dengan 97 jenis ikan karangnya hanya terdapat di perairan laut Indonesia.

Selain itu, hutan Indonesia juga mempunyai fungsi sebagai penyimpan jumlah karbon terbesar di dunia. Data FAO menunjukkan bahwa keberadaan hutan Indonesia menghasilkan lebih dari 14 miliar ton biomassa. Jumlah biomassa yang ada di Indonesia dapat menyimpan sekitar 3,5 miliar ton karbon. Kondisi ini memberikan manfaat terhadap ketersediaan oksigen ( O2 ) dunia dan penyerapan karbondioksida ( CO2 ). Tetapi keadaan ini tidak diolah dan dimanfaatkan dengan baik yang berasaskan lingkungan dan kelestariannya, manusia hanya melihat nilai ekonomis dari hutan dan bukan melihat dampak dari semua yang mereka lakukan terhadap hutan untuk kedepannya, begitu ironis, manusia mulai kehilangan nilai luhurnya menjaga kelestarian hutan yang nantinya akan kita wariskan kepada anak cucu kita.


Kondisi illegal logging di Indonesia

Meneropong kondisi hutan dan aktifitas illegal logging di Indonesia, berdasarkan data tahun 2003, tercatat bahwa secara nasional tingkat kerusakan hutan ( deforestasi ) mencapai 1,6 – 2 juta hektar setiap tahunnya. Hal yang sama juga terjadi di Sumatra Utara, berdasarkan Perda No. 7 Tahun 2003, hutan di Sumatra Utara sekitar 3.679.338 hektar, dengan 1.557.200 hektar diantaranya adalah hutan lindung. Tetapi keadaanya secara eksplisit terus mengalami perubahan, dimana tingkat deforestasi yang terjadi di Sumatra Utara mencapai 76.000 hektar/tahun, dalam artian bahwa setiap harinya tingkat deforestasi mencapai 210 hektar.

Apabila keadaan ini terus berkelanjutan dan tidak ada penanganan yang serius dari pemerintah ataupun non-pemerintah, akan dikhawatirkan hutan yang ada di Sumatra Utara akan habis dalam rentang waktu sampai 15 tahun kedepan. Data terakhir menunjukkan ( November 2004 ), kerusakan hutan di Sumatra Utara mencapai 694.295 hektar ( 18,78 % dari luas hutan di Sumatra Utara ) dan sebagian besar terjadi di kawasan hutan lindung seluas 207.575 hektar yang sebagian besar diakibatkan oleh pembalakan liar ( illegal logging ) oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Sungguh sangat memprihatinkan keadaan hutan Indonesia dari Sabang sampai Marauke, kini habitat dan ekosistemnya mulai hancur dan terancam punah. Permasalahan ini bukan saja menjadi wacana hangat pemerintahan Indonesia, hal ini juga menjadi rubrik pembahasan masyarakat internasional. Keadaan sumberdaya hutan Indonesia terancam krisis dan kecaman dari berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri yang prihatin terhadap kondisi hutan Indonesia dan dampak yang ditimbulkannya terhadap lingkungan dunia, terutama terhadap Indonesia sendiri yang kini sangat rentan terhadap bencana alam ( kekeringan, banjir, dan tanah longsor ).

Hal ini bukan lagi sebagai ancaman tetapi sudah menjadi realita yang mengharukan keadaan Indonesia, dimana 647 peristiwa bencana alam terjadi pada kisaran waktu 1998 sampai 2003, dengan catatan korban mencapai 2022 korban jiwa dan kerugian harta benda milyaran rupiah. Berdasarkan analisis data Bakornas Penanggulangan Bencana ( 2003 ), 85 % dari bencana merupakan akibat dari kerusakan hutan.


Lihat dan Renungkanlah


” Telah tampak kerusakan didarat dan dilaut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari ( akibat ) perbuatan mereka, agar mereka kembali ( ke jalan yan benar ). “
( QS. Ar-Ruum: 41 )


Dari ayat Al-Qur’an diatas, Allah telah memperingatkan manusia untuk selalu menjaga keseimbangan alam, dan hidup harmonis dengan karunia yang Allah limpahkan dipermukaan maupun didalam perut bumi, agar tidak terjadi kerusakan yang dapat mengancam hajat hidup mahluk yang ada di permukaan bumi.

Sungguh nyata Kekuasaan Allah, dengan Al-Qur’an Ia pertegas ke-Esaan-Nya, dengan ke-Agungan-Nya, Ia tunjukan peristiwa yang dikendaki-Nya agar manusia sadar dan belajar dari keadaan tersebut untuk bersyukur dan kembali kejalan yang benar menuju fitrahnya mengabdi keapada Allah.

Lihat, betapa besar kerusakan yang kita perbuat dipermukaan bumi selama ini, ketidak seimbangan kini mulai terjadi, berbagai bencana menyeruak di bumi, menyisir waktu demi waktu yang tidak lebih hanya duapuluh empat jam untuk menyingkap perbuatan manusia terhadap alam. Dan sekarang marilah kita renungkan bersama, betapa banyak kerusakan yang telah kita buat dipermukaan bumi, seberapa banyak karunia-Nya yang kita tidak syukuri hingga membuat kita begitu serakah menuruti nafsu dunia, seberapa sering kita melalaikan tugas dan kewajiban kita kepadan-Nya, seberapa lamakah usia kita sehingga kita bersantai ria dan terbuai menikmati kenikmatan dunia yang fana ini dan bahkan berbuat kerusakan yang mengancam hajat hidup orang banyak, padahal kita diutus dipermukaan bumi untuk menjaga alam dan menjadi khalifah Allah untuk menebarkan kebaikan, menyampaikan syariat dan firman-Nya serta kabar gembira bagi orang yang bersyukur dan mengabdi kepada-Nya, karena dunia ini hanyalah tempat persinggahan, sebagaimana firman Allah :

“ …Allah berfirman, “ Kamu tinggal di bumi ini melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahuinya ”. ( QS. Al-Mu’minuun : 114 )

Dan kini mari bersama kita ciptakan cakrawala tauhid kita untuk menggapai ridha Illahi, karena saya yakin, sadar atas kedudukan kita sebagai mahluk ciptaan Allah, akan membawa kita untuk menikmati hidup berlandaskan syukur, mengabdi kepada-Nya, dan menjadi khalifah Allah dengan menjaga sendi-sendi kehidupan dan ketahuidan kita terutama menjaga alam untuk sesama, karena ini semua hanyalah amanah, untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Mulailah dari sekarang, mulailah dari diri sendiri, mulailah dari hal-hal kecil, dan mulailah untuk menjadi penegak amanah Ilahi, serta buatlah yang terbaik untuk negerimu Indonesia.



*) Opini ini di ajukan untuk mengikuti Sayembara Corat – Coret yang di adakan oleh BTM3 UNIMED 2008.
*) Juara II Lomba Sayembara Corat – Coret yang di adakan oleh BTM3 UNIMED 2008.

Apa perbedaan antara hambatan dan kesempatan? Perbedaannya terletak pada sikap ita dalam memandangnya. Selalu ada kesulitan dalam setiap kesempatan: dan selalu ada kesempatan dalam setiap kesulitan.(J. Sidlow Baxter)

Fauzi Blog's © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO