Tampilkan postingan dengan label Sastra dan Jurnalistik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra dan Jurnalistik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Mei 2009

Lomba Karya Tulis Mahasiswa UKMI AR-RAHMAN UNIMED 2009

Semarak tahunan UKMI digelar, berbagai kegiatan dan perlombaan di laksanakan. Dari berbagai kegiatan dan perlombaan yang cukup menarik dan bergengsi yaitu Lomba Karya Tulis Mahasiswa yang dilaksanakan umum untuk seluruh mahasiswa muslim yang ada di Kota Medan, dengan ketentuan perlombaan yang di tetapkan UKMI AR-RAHMAN UNIMED seperti tercantum “Klik Disini”.

Dalam kesempatan ini panitia menawarkan tema yang cukup urgen dan menjadi topic yang hangat untuk dikaji, yaitu “Problematika Pendidikan Di Indonesia”. Suatu tema yang klasik tapi unik yang pada dasarnya problematika pendidikan merupakan stagnansi system yang kurang berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, karena secara konsep pendidikan yang ditetapkan di Indonesia sudah cukup baik dan ideal. Tapi dalam pengaplikasiannya, kurang menyentuh dan mendukung kaidah dan garis-garis besar yang ditetapkan demi mencapai tujuan pendidikan nasional.

Lomba LKTM ini menyita banyak perhatian mahasiswa, hal ini terlihat dari jumlah peserta yang ikut yaitu 25 peserta dari berbagai perguruan tinggi. Dari 25 peserta ini, karya tulis yang sudah dikumpulkan di nilai oleh dewan juri yang nantinya akan dipilih 5 terbaik yang akan dipersentasikan untuk melihat sejauh mana urgensi karya yang telah ditulis peserta.

Kelima peserta tersebut yaitu :
- Erik Suparinggga “ Membangun Calon Guru Berkarakter Kuat dan Cerdas di Abad 21” dari UMN.
- Mhd Fauzi Rahman “ Homeschooling ; Sebuah Pendidikan Alternatif ” dari UNIMED.
- Dian Syahfitri “ Sekolah Mobil, Solusi Menurangi Anak Putus Sekolah di Kota Medan” UNIMED.
- Enna Amalia “ Problema UN….” Dari UNIMED.
- Sutirsno “ Buruknya Sistem Pendidikan di Indonesia” dari IAIN SU.

Kelima peserta yang telah ditunjuk di beri kesempatan mempersentasekan tulisannya. Semua peserta berusaha menampilkan persentasenya dengan semaksimal mungkin, termasuk saya yang alhamdulillah dipilih dewan juri untuk mempersentasekan hasil tulisan saya.

Ide dan gagasan yang di tampilkan peserta cukup menarik dan kreatif, karena seluruh ide dan gagasan di ambil dari pengkajian dan analisis permasalah yang terjadi dalam kehidupan pendidikan di Indonesia. Inilah pioneer-pioner bangsa yang nantinya meneruskan intisari perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam mewujudkan tujuan pendidikan Indonesia yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

Dari kelima peserta tersebut, dewan juri nantinya akan memilih 3 peserta terbaik yang nantinya layak memenangkan perlombaan ini. Dan waktu-waktu yang mendebarkan datang juga, tulisan yang terbaik akan di umumkan, ketiga peserta terbaik tersebut adalah :
- Dian Syahfitri ; Juara I
- Erik Suparingga ; Juara II
- Enna Amalia ; Juara III

Walau saya tidak terpilih menjadi salah satu terbaik diatas, tapi saya sudah puas dapat memaparkan ide dan gagasan saya kepada orang-orang yang peduli terhadap pendidikan terutama yang respon terhadap problema pendidikan yang terjadi di Indonesia. Alhamdulilla, saya harus memperbaiki kekurangan dan kelemahan saya, baik itu dari segi tulisan ide-ide maupun dalam menyampaikan dan mempersentasekan hasil tulisan saya. Semoga semua ini adalah jalan menuju apa yang saya inginkan.

Selamat Kepada Pemenang, Teruslah Berkreasi dan Berprestasi, Perjuangan Kita Saat ini Masih Panjang, Persiapkan Diri dan Intelektualitas Kita, Untuk Mengangkat Martabat dan Kualitas Bangsa Kita.
Ok Boss

Jumat, 16 Januari 2009

Hanya Tinggal Kenangan*)

Oleh : EMBUN HAYANI

Kupandangi photo yang masih kupegang di tangan kiriku. Wajah yang tak mungkin dapat aku lupakan, senantiasa tergambar jelas di benakku, setiap kali aku pandang photo itu. Kenangan suka dan duka yang kerap kali hadir mengisi hari-hariku, begitu jelas melekat.

“ Dia “, orang yang ada di photo itu sangat berarti bagiku. Keberanianku melangkah, dan salah satu motivasi hidupku adalah dia. Namun…, rasa sesal senantiasa menghantui jikalau aku teringat peristiwa itu. Peristiwa dimana aku harus kehilangan dia untuk selama-lamanya.

Kuhapus butiran bening yang menetes membasahi kedua belah pipiku, tanpa aku sadari. Ingin rasanya diri ini menjerit memanggil-manggilnya, supaya ia kembali bersamaku, mengisi hari-hariku lagi. Namun itu tak mungkin, yang telah pergi tak mungkin dapat kembali.

“ Ya Ghofur, ampuni hamba yang penuh dosa ini !. Ampunkanlah hamba yang belum sempat membahagiakannya. Bahagiakanlah ia disana ! ”, batinku lirih.

Terdengar pintu kamar di ketuk seseorang. Tanpa kupersilahkan masuk, orang tersebut sudah masuk saja. Dan kebiasaan itu jelas saja sudah tak kuhiraukan, karena aku telah faham betul itu adalah kebiasaan si-cantik dan si-imut “ Nadia ” sahabat kentalku sejak kecil. Ya …, Nadia adalah sahabat yang terbaik bagiku. Dia sudah seperti saudara bagiku.

Sejak kecil Nadia ditinggal pergi kedua orang tuanya. Dan ayahku yang merupakan sahabat ayahnya, dengan tangan terbuka, menjadi pengganti orang tua Nadia yang telah pergi dan tak akan pernah kembali. Sejak saat itulah ia tinggal di sini. Dirumah ini, terlebih setelah ayah tiada.

Segera ku letakkan lagi photo itu di tempatnya semula. Diatas meja belajarku.
“ Kau baik-baik sajakan Ranaa ? “, tanyanya padaku.

Aku tersenyum, ia menghela dan menarik nafas tak panjang.
“ Kuharap kau baik-baik saja. Aku tahu, semua itu sulit bagimu untuk menerima kenyataan. Aku faham mengapa kau begitu, karena sebelum dirimu, aku juga sudah mengalaminya deluan. Kau harus kuat ! Aku tak ingin melihatmu lemah ! Semangatlah wahai sahabatku ! ”.

Kupandangi wajahnya dengan seksama.

“ Kau beruntung Nadia. Meski kau ditinggal pergi kedua orang tuamu sejak kau berusia 10 tahun, setidaknya kau pernah merasakan kebahagiaan keluarga yang sempurna. Kau tahu bagaimana wajah ibumu, sementara aku ? Jangankan melihat wajahnya ! jangankan bertemu dengannya ! membayangkan siapa diapun aku mampu, karena dari dulu aku hanya mengenal sesosok ayah sekaligus ibu hanya dari ayahku yang kini telah tiada ”, batinku terenyuh.

“ Ayolah Ranaa…, kau harus semangat ! apa kau terus menyesali nasib, tidakkan ?? “, tanyanya sembari duduk tepat disampingku.

“ Kau tahu ? Aku sangat benci dia ! Dia yang membuatku menjadi manusia bersalah atas kepergian ayah. Dia kejam !! Kenapa aku harus lahir dari rahim orang seperti dia ? Kenapa ? ”.

Nadia Menggelengkan kepala.
“ Kenapa kau begitu ? Bagaimanapun ia tetap ibumu. Sebaik dan sejahat apapun ia, ia tetap ibumu “.
“ Kau tak faham…!! ”.
“ Aku faham “.
“ Tidak ! kau tak akan pernah faham apa yang kurasakan karena kau tak pernah mengalaminya. Kau tak faham…”, tiba-tiba air mataku menetes lagi.

Disandarkan kepalaku di pundaknya. Dibiarkannya aku meluapkan segala rasa yang berkecamuk di dalam dada. Benci, sedih, takut, dan bingung bercampur menjadi satu tak tahu bagaimana cara memisahkannya. Benci pada sosok yang bernama “ Ibu “. Wanita itu yang begitu tega meninggalkan ayah dan aku hanya karena “ harta ”, yang karenanya ayah mengubur dalam-dalam kenangan pahit itu, tanpa ingin berbagi termasuk padaku. Wanita itu…, yang membuatku sempat berburuk sangka pada ayah. Menuduh ayah yang bukan-bukan, karena keingin tahuanku tentang “ Dia ”. Hingga peristiwa itu, aku harus kehilangan ayah, gara-gara wanita itu, rasa sesal itu senantiasa menghantui.

Aku terus saja mengutuk wanita itu, bila aku ingat ayah. Lebih baik aku tak mengetahui kisah pahit tersebut. Aku telah melukai perasaan ayah.

Aku sedih harus kehilangan dia, yang lebih ,menyedihkan lagi ia harus pergi dengan cara yang mengenaskan. Ia rala mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan aku, sewaktu aku mencoba mengakhiri hidupku karena rasa keputusasaanku ingin mengetahui “Ada apa dengan Ibu ? ” Ayah terjatuh dari lantai 3, gedung sekolahku, sewaktu hendak menarik tanganku.

Ayah sempat dirawat dirumah sakit. Tapi apa daya, semua harus berakhir tragis. Namun sebelumnya aku sempat mendengar kisah pahit itu dari penuturan ayah sewaktu ayah mencoba menyelamatkanku. Saat itu, kaki kiriku tergelincir. Jika Allah tak menggerakkan tangan ayah untuk menarik tangan kananku, mungkin aku telah tiada, namun mungkin itu lebih baik daripada aku kehilangan dia seperti sekarang ini.

Ditambah rasa takut akan keadaanku sekarang ini. Takut akan dosa-dosaku. Apa yang akan kupertanggung jawabkan pada-Nya, jika saat itu tiba ? Bayangan itu senantiasa menjelma dalam tidurku. Terlebih setelah dokter memvonisku “ KANKER OTAK ” yang kecil kemungkinan untuk sembuh.

Bingung membayangkan apa yang akan terjadi pada Nadia setelah kepergianku.
“ Oh Tuhan…, mengapa ini harus terjadi ? ”, batinku selalu bertanya.
Kurebahkan tubuhku diranjang yang berlapiskan seprai pink bermotif mawar merah. Kubiarkan butiran bening itu jatuh dan ikut serta membasahi bantal yang menjadi sandaran kelapaku sekarang.

“ Sudahlah Ranaa ! Lebih baik sekarang kau temui susilo di ruang tamu ! Dari tadi ia menunggumu. Kasihan tuh dia seperti kambing congek nunggui kamu yang enggak keluar-keluar dari peraduan ” .

“ Nadia, please ! Suruh pulang saja dia ! Aku udah enggak ada hubungan apapun dengannya, jadi untuk apa lagi bertemu dengannya ?”.

“ Keputusanmu sudah betul untuk tak berpacaran lagi dengannya ! Tapi aku harap itu karena hidayah Allah. Bukan karena…”.

Belum sempat Nadia melanjutkan perkataannya, langsung aku memotong ucapannya.
“ Tenang saja ! Insya Allah karena hidayah Allah, bukan karena penyakit yang kuderita. Dan kau tak perlu merasa bersalah begitu !”.
“ Maaf ya…!”.
“ Sekarang kau harus mendengar dan melaksanakan perintahku. Temui dia.

Mungkin dia ada perlu penting denganmu. Karena itu tadi yang ia katakana padaku. Makanya aku perbolehkan ia masuk. Oke !”. Sembari menghapus air mataku dan menuntunku menemui Susilo.

“ Langsung saja ! apa maksud kedatanganmu ke sini ?”, tanyaku dengan tegas.
Ia bukan menjawab malah tersenyum. Senyuman yang begitu khas dan amat mengesankan setiap aku bertemu dengannya. Tapi itu dulu, dimasa laluku. Kini senyuman itu adalah sesuatu yang sangat menjengkelkan bagiku. Dan yang lebih menjengkelkan lagi ketika dia memandangiku secata seksama dari atas hingga ujung kaki.

Meski begitu, jika aku berkata jujur, jauh dilubuk hati ini, perasaan itu masih sama. Bagiku cukup ia yang pertama dan terakhir. Walau aku sadar, aku tak mungkin memilikinya. Hidupku tak mungkin lama lagi.

“ Kau masih tetap cantik…, Ranaa ”, pujinya.
“Meski kau telah berubahm, kau tetap sama, busana yang kau kenakan sekarang tak membuatmu menjadi lebih jelek. Bahkan semakin cantik ”.

Dia masih terus memujiku dan aku masih tetap diam.
“ Bagiku kau adalah…”.
Belum sempat ia melanjutkan ucapannya, aku sudah menyela terlebih dahulu.
“ Cukup Susilo !! Kau datang kesini bukan sekedar untuk memujiku kan ?”.
Lagi-lagi ia tersenyum.

“ Simpan saja senyummu itu ! aku enggak butuh !” dengan nada ketus.
“ Oke…,oke ! memang ada hal penting yang ingin aku bicarakan padamu ”.
“ Maksimal 3 menit !!”, jawabku tegas.

“ Baiklah ! Langsung saja, perlu kau ketahui Ranaa, meski kau memutuskan kita untuk berpisah, perasaanku tetap sama. Sampai saat ini kaulah satu-satunya wanita yang ada dihatiku. Bahkan sampai nanti. Tapi apa daya, takdir berkehendak lain ! Aku tak kuasa akan hal itu. Aku begitu menyayangimu, aku…….”.

“ Stop !!”, bentakku.
“ Ranaa, please ! Aku belum selesai bicara ”.
“ Sudah kukatakan langsung saja ! Maksimal 3 menit, kalau hanya itu yang ingin kau kata-kan lebih baik kau…., kau…”.

“ Oke, sabar ya ! Tenang saja aku akan pergi dari kehidupanmu untuk selamanya agar kau senang. Tapi ijinkan aku untuk mengatakan hal ini padamu. Aku prihatin atas apa yang kau derita ! Semoga oprasimu berjalan lancar nantinya! agar kau…, agar kau…”.

“ Cukup ! Apa sebenarnya yang ingin kau katakan ?, dari tadi kau hanya bertele-tele. Darimana kau tahu hal itu ?”, tanyaku selidik.

“ Maaf ! tanpa sengaja aku mendengarkan pembicaraan kau dan Nadia sewaktu kau minta “ putus ”. Karena aku sangat menyayangimu apa adanya. Tapi aku sudah terlanjur…”.

“ Terlanjur apa ?”.
Ia bukan menjawab malah mengambil sesuatu dari tasnya. Benda itu seperti surat undangan. Hatiku mulai menerka-nerka, jangan-jangan itu undangan pernikahannya, tapi dengan siapa…?. Jika itu benar, aku tak tahu harus berbuat apa, yang kutahu pasti aku sangat kehilangan.

Dugaan itu terjawab akhirnya. Setelah ia menyodorkannya padaku, ternyata benar, sebuah undangan pernikahan.
Langsung saja kuambil dan kubuka undangan tersebut, betapa terkejutnya diriku melihat nama yang terpampang di sana.
Sania
&
Susilo

Oh Tuhan apa maksud semua ini ? Sania ? Wanita itu…? Bukankah kemarin ia baru saja mengatakan ikut prihatin atas apa yang terjadi antara aku dan Susilo ?.

“ Aku tahu itu sulit untuk kau terima. Seminggu setelah peristiwa kau meminta putus. Saat itu aku belum tahu apa yang kau derita. Akhirnya dengan berat hati aku terima perjodohan itu, yang memang sudah lama direncanakan bunda dan keluarganya. Tapi perlu kau tahu, perasaanku takkan pernah berubah sampai kapanpun ”.

“ Itu urusanmu. Kuharap kau tinggalkan aku sekarang juga ! Dan tolong tepati janjimu !”.

“ Oke, aku akan pergi, jika itu membuatmu bahagia. Tolong kau datang ke acara pernikahanku. Jika kau tak datang, aku batalkan saja !”.

Aku hanya diam. Namun didalam diamku ingin rasanya aku menjerit. Tapi tak mungkin, karena aku tak ingin terlihat cengeng di depannya.
“ Aku serius !, dan Insya Allah aku akan menemani operasimu. Kuharap kau tak menolak. Kalau begitu aku permisi. Assalamu’alaikum…”.

Belum sempat terjawab salamnya, dia sudah berlalu pergi, meninggalkanku sendiri dalam keterpakuan. Tanpa sadar butiran itu kembali menetes, membasahi pipiku. Kini benteng hatiku tak dapat aku pertahankan lagi, butiran bening terus mengalis membasahi pipiku seiring kepergiannya. Biarlah, mungkin memang ini yang terbaik.

* * *

Hari itu datang juga. Pertarungan antara hidup dan mati akan segera dimulai. Nadia terus saja menyemangatiku, bagitu juga Susilo, ternyata ia menepati janjinya untuk menemaniku. Kulihat bola matanya berkaca-kaca.

Aku tahu, mungkin aku akan kalah. Bukannya aku tak percaya adanya Allah, tapi aku sudah pasrah, jikalau memang Allah hendak mengambil nyawaku. Penyakit yang aku derita ini sudah terlambat untuk disembuhkan.

Lima menit kemudian, aku sudah berada di satu ruangan yang diatas pintunya bertuliskan “ Ruang Operasi ”, jika dilihat dari koridor lorong rumah sakit. Berbagai peralatan untuk operasi telah dipersiapkan. Seorang dokter dengan ditemani beberapa perawat masih sempat aku lihat, sebelum salah seorang dari mereka menyuntikkan obat bius padaku.

Setelah itu, aku tak tahu lagi apa yang terjadi ? Senua terlihat hitam tanpa cahaya sedikitpun. Dan yang lebih membingungkan, terasa ada sesuatu yang hilang, sewaktu sesuatu menyentuh ubun-ubun dikepala. Gelap….! Tanpa ada cahaya sedikitpun !!!.


* * *
*) Cerpen ini di ajukan untuk mengikuti Sayembara Corat – Coret yang di adakan oleh BTM3 UNIMED 2008.

Minggu, 28 Desember 2008

PANDUAN MENULIS KARYA TULIS ILMIAH UNTUK PEMULA

Oleh ; Muhammad Fauzi Rahman

A. Pendahuluan

Pada dasarnya aktivitas menulis sudah ada sejak jaman dahulu, mulai dari jaman prasejarah dimana manusia pada waktu itu menggunakan dinding gua, batu, kulit hewan atau kayu sebagai media menulis, dan di jaman yang sudah modern, aktivitas menulis masih dilakoni manusia tetapi media dan alat yang digunakan sudah jauh lebih canggih dari jaman dahulu.

Sekarang aktivitas menulis menggunakan media kertas dan pulpen atau yang lebih canggih lagi kini sudah ada computer dan laptop untuk mempermudah penulisan, sehingga aktivitas menulis lebih mudah dilakukan. Hal yang mengkhawatirkan kini aktivitas menulis sudah jauh di minati oleh generasi muda sekarang. Padahal pada waktu dulu, menulis merupakan cara untuk menunjukkan jati diri, keintelektualitasan, dan keprofesionalan seseorang di kacah dunia.

Pada kesempatan ini saya akan memaparkan tips dan cara mudah menulis karya ilmiah. Panduan penulisan karya ilmiah ini di tujukan untuk siswa/I SMP Negeri 2 Kisaran dalam Pembinaan Penulisan Karya Tulis Ilmiah, dan menanggapi Lomba Penulisan Karya Tulils Ilmiah Budaya Antarsiswa Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2008.

B. Penjabaran Konsep

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI), menulis adalah proses menggoreskan huruf dengan alat tulis (pensil/pena) di atas kertas. Pada umumnya tulisan dikategorikan kedalam 2 bagian yaitu :

Fiksi adalah sebuah tulisan yang didasarkan pada imajinasi atau kreaifitas penulis untuk mewujudkan dunia ceritanya.

Nonfiksi adalah sebuah tulisan yang didasarkan pada data, fakta, dokumen, dan sumber-sumber yang terpercaya, dimana prosedur dan tata penulisannya diatur dan sesuai dengan tata bahasa Indonesia.

Salah satu contoh tulisan nonfiksi yaitu karangan ilmiah. Pada umumnya karangan ilmiah yang kita kenal yaitu makalah, skripsi, tesis, desertasi, dan lainnya. Sebagai karangan ilmiah, makalah memiliki ciri-ciri bersifat objektif, sistematis, dan logis. Makalah di tulis untuk di sajikan dalam forum ilmiah, misalnya ceramah ilmiah, seminar, diskusi panel dan atau dalam perlombaan penulisan karya ilmiah. Penulisan makalah dilakukan dalam tiga tahap, yakni perencanaan, penulisan, dan penyempurnaan/revisi.

Kegiatan perencanaan meliputi pemilihan topik, membatasi topik dan menetapkan judul, menetapkan masalah, mengumpulkan informasi penting yang dibutuhkan dari bacaan, dan menyusun kerangka karangan.

1. Memilih Topik
Topik adalah ruang lingkup masalah yang akan ditulis dalam makalah. Jika ruang lingkup masalah itu luas, penulis hendaknya membatasi diri dengan memilih sebuah aspek tertentu saja. Topik pun dipilih dengan pertimbangan kemampuan dan minat penulis.
2. Membatasi Topik dan Menetapkan Judul
Topik dibatasi dengan tujuan agar penulis dapat membahas masalah yang dipilihnya secara mendalam. Topik yang telah dibatasi dapat dijadikan dasar perumusan judul makalah.
3. Menetapkan Masalah
Masalah menjadi titik tolak penulisan makalah. Oleh karena itu, masalah dirumuskan terlebih dahulu agar penulis memiliki arah yang jelas atas pembahasan topik yang telah dipilihnya. Penjabaran masalah dapat dilakukan dengan perinsip pengembangan dan pengelompokan. Prinsip pengembangan yakni memikirkan lebih lanjut masalah-masalah yang relevan dengan gagasan yang telah dirumuskan dalam judul. Hasil pengembangan masalah tersebut kemudian didaftar dan dipilih yang benar-benar relevan dengan judul. Selanjutnya, masalah tersebut dikelompokkan dan diurutkan pembahasannya.
4. Mengumpulkan Informasi Penting yang Dibutuhkan
Informasi yang penting dan relevan dengan topik yang akan dibahas dapat juga di peroleh dari bacaan (buku). Informasi penting yang dibutuhkan, misalnya data dan teori-tteeori yang dapat menjelaskan tesis atau pernyataan yang disampaikan untuk membahas masalah.
5. Menyusun Kerangka Karangan
Bertolak dari masalah dan informasi penting yang telah dikumpulkan, selanjutnya disusun kerangka makalah. Kerangka makalah disusun untuk memperoleh garis besar isi inti makalah yang terdiri atas pendahuluan, pembahasan, dan penutup. Kerangka makalah dapat dijadikan panduan pengembangan gagasan dalam penulisan makalah.

Memilih Topik dan menentukan Judul

Penentuan topik dan judul berdasarkan tema yang telah ditetapkan dan lingkup tema. Dalam kesempatan ini yang menjadi tema perlombaan adalah mengenai budaya, maka yang akan saya rumuskan menjadi topik tulisan yaitu :

Topik Pembatasan Topik Judul Makalah
Bahasa daerah dan generasi muda . Usaha mencegah lunturnya bahasa daerah dari kehidupan generasi muda sebagai akibat interaksi budaya yang berkembang terutama budaya asing. Pudarnya jati diri bahasa daerah dalam jiwa generasi muda

Judul : Usaha-usaha Mencegah Pudarnya Jati Diri Bahasa Daerah Dalam Jiwa
Generasi Muda


Masalah-masalah :
1. Usaha usaha apakah yang perlu dilakukan pemerintah untuk mencegah lunturnya jati diri bahasa daerah sebagai akibat interaksi budaya yang berkembang terutama budaya asing?
2. Usaha-usaha apakah yang perlu dilakukan tokoh-tokoh adat dan budayawan untuk mencegah lunturnya jati diri bahasa daerah sebagai akibat interaksi budaya yang berkembang terutama budaya asing?
3. Usaha-usaha apakah yang perlu dilakukan untuk mencegah lunturnya jati diri bahasa daerah dalam lingkup anggota keluarga, terutama terutama para generasi muda (anak-anak), sebagai akibat interaksi budaya yang berkembang terutama budaya asing?
4. Usaha-usaha apa saja yang perlu dilakukan setiap individu untuk mencegah lunturnya jati diri bahasa daerah dalam jiwa mereka dari akibat interaksi budaya yang berkembang terutama budaya asing?
5. Usaha-usaha apakah yang perlu dilakukan sekolah untuk mencegah lunturnya jati diri bahasa akibat interaksi budaya yang berkembang terutama budaya asing?


“ Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kamu ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri. Itulah yang saya lakukan. ”
J. K. Rowling


Menyusun Kerangka Makalah Berdasarkan Sumber Bacaan

Usaha-usaha Mencegah Pudarnya Jati Diri Bahasa Daerah
Dalam Jiwa Generasi Muda


1. Pendahuluan
1.1.1 Latar Belakang
1.1.2 Pudarnya minat generasi muda untuk menguasi dan mendalami bahasa daerahnya
1.1.3 Kehidupan generasi muda di keluarga, dan masyarakat yang kurang mengedepankan bahasa daerah, terutama pada keluarga yang berbeda suku.
1.2 Masalah
1.2.1 Usaha usaha apakah yang perlu dilakukan pemerintah untuk mencegah lunturnya jati diri bahasa daerah sebagai akibat interaksi budaya yang berkembang terutama budaya asing?
1.2.2 Usaha-usaha apakah yang perlu dilakukan tokoh-tokoh adat dan budayawan untuk mencegah lunturnya jati diri bahasa daerah sebagai akibat interaksi budaya yang berkembang terutama budaya asing?
1.2.3 Usaha-usaha apakah yang perlu dilakukan untuk mencegah lunturnya jati diri bahasa daerah dalam lingkup anggota keluarga, terutama terutama para generasi muda (anak-anak), sebagai akibat interaksi budaya yang berkembang terutama budaya asing?
1.2.4 Usaha-usaha apa saja yang perlu dilakukan setiap individu untuk mencegah lunturnya jati diri bahasa daerah dalam jiwa mereka dari akibat interaksi budaya yang berkembang terutama budaya asing?
1.2.5 Usaha-usaha apakah yang perlu dilakukan sekolah untuk mencegah lunturnya jati diri bahasa akibat interaksi budaya yang berkembang terutama budaya asing?
2. Pembahasan
2.1.1 Usaha usaha pemerintah untuk mencegah lunturnya jati diri bahasa daerah sebagai akibat interaksi budaya yang berkembang terutama budaya asing.
2.1.2 Usaha-usaha tokoh-tokoh adat dan budayawan untuk mencegah lunturnya jati diri bahasa daerah sebagai akibat interaksi budaya yang berkembang terutama budaya asing.
2.1.3 Usaha-usaha yang dilakukan untuk mencegah lunturnya jati diri bahasa daerah dalam lingkup anggota keluarga, terutama terutama para generasi muda (anak-anak), sebagai akibat interaksi budaya yang berkembang terutama budaya asing.
2.1.4 Usaha-usaha setiap individu untuk mencegah lunturnya jati diri bahasa daerah dalam jiwa mereka dari akibat interaksi budaya yang berkembang terutama budaya asing.
3. Penutup
Kesimpulan dari setiap masalah yang dibahas.

Kutipan dalam Karya Tulis Ilmiah

Pendapat orang yang dikemukakan dalam sebuah karya tulis dapat dikutip dengan cara mengutip langsung dan mengelolanya dalam bahasa sendiri.
Pertama, mengutip langsung seperti pada rujukan tanpa ada pengubahan. Cara penulisannya diapit dengan tanda ( “…” ).

Kedua, mengutip pendapat orang dengan bahasa penulis sendiri. Dengan kata lain kata-kata yang digunakan tidak sama dengan kata-kata yang dikutip, tetapi hanya di ambil idenya saja.

“Quantum learning mencakup aspek-aspek penting dalam program neurolinguistik (NLP), yaitu suatu penelitian tentang bagaimana otak mengatur informasi”. Program ini meneliti hubungan antara bahasa dan perilaku dan dapat digunakan untuk menciptakan jalinan pengertian siswa dan guru. Para pendidik dengan pengetahuan NLP mengetahui bagaimana menggunakan bahasa yang positif untuk meningkatkan tindakan-tindakan posistif – faktor penting untuk merangsang fungsi otak yang paling efektif. Semua ini dapat pula menunjukkan dan menciptakan gaya belajar terbaik dari setiap orang (Bobby De Porter dan Hernacki, 1992).

Daftar Pustaka Melengkapi Penulisan Karya Tulis Ilmah

Secara umum penulisan nama pengarangmengikuti pola internasional sebagai berikut :
1. Nama keluarga/ nama akhir
2. Tanda baca koma
3. Nama kecil/ nama awal.

Nama Ditulis dalam daftar pustaka
R. Bintarto Bintarto, R
Edhi Prasetya Prasetya, Edhi
Contoh

Bintarto, R. 1977. Pengantar Geografi Kota. Yogyakarta: UP Spring.
Koestoer, Raldi Hendro, dkk. 2001. Dimensi Keruagan Kota.Teori dan Kasus.
Jakarta: UI Pres.
Prasetya, Edhi. 30 Mei 2007. Kontribusi Untuk Masa Depan Ekonomi. Harian
Kompas. Medan: hlm. 14
http://www.fkt.ugm.ac.id/artikel.php?num=3


Prosedur Penulisan

Kata Pengantar :
- Puji syukur
- Ucapan Terimakasih
- Pernyataan mengenai isi tulisan

Absttraksi/Ringkasan
- Nama, asal, dan judul tulisan
- Tujuan penulisan
- Ringkasan mengenai konsep dasar/ defenisi konsep
- Ringkasan mengenai inti dari pembahasan

Latar belakang
Pada bagian ini dicantumkan hal-hal yang melandasi perlunya ditulis makalah. Hal yang dimaksud dapat berupa paparan teoritis maupun papaaran yang bersifat praktis, tetapi bukan alasan pribadi. Bagian ini berfungsi untuk mengantar dan menunjukkan pembaca akan pentingnya masalah yang di bahas.

Ruang Lingkup
Bagian ini memaparkan permasalahan dan topic yang dibahas serta batasan dan kajian pembahasan permasalahan, ruang lingkup ini bertujuan agar pembahasan permasalahan tidak terlalu luas atau melebar kepermasalahan lain, sehingga permasalahan yang di bahas tidak terkesan buyar/ mengambang tidak jelas arah penulisannya. Dan ini sebagai landasan pembahasan masalah dari ide dan topic yang telah di tentukan.

Tujuan dan manfaat
Perumusan tujuan penulisan makalah mengarah pada apa yang ingin dicapai dari penulisan tersebut, baik dari penulisnya maupun bagi pembacanya. Bagi penulis makalah, rumusan tujuan makalah dapat mengarahkannya kepada kegiatan yang harus dilakukan selanjutnya. Bagi pembaca, dimasudkan untuk memberikan informasi tentang apa yang disampaikan dalam makalah tersebut.

Defenisi Konsep
Memaparkan konsep-konsep, defenisi teori/ kajian teori yang mendukung/ berhubungan dengan ide dan topic yang dibahas, agar tidak terjadi kesimpang siuran/ salah arti mengenai konsep inti pembahasan ide.

Pembahasan
Merupakan bagian inti dari penulisan, karena bagian ini menjelaskan lebih lanjut ide dan topic yang akan dibahas. Bagian ini berhubungan dengan bagian latar belakang dan defenisi konsep sebagai alur pembahasan, dan kajian ide yang akan di paparkan.
Kesimpulan dan Saran
Bagian ini merupakan bagian akhir dari penulisan, berisi tentang kesimpulan ide dari pemaparan ide atau topic yang di kaji/dibahas dalam tulisan.

Daftar Pustaka
Merupakan bagian data sumber-sumber bahan tulisan baik itu dari buku, Koran/ majalah, internet, dan dokumen-dokumen yang terpercaya.

Rabu, 14 November 2007

Senja di Antara Kita

Oleh : Muhammad Fauzi Rahman



Saat aku tau
Derail kisah mulai menggoreskan tintanya
Mengawali penggalan kata
Yang terukir dalam lembayun senja
Tatanan fajar yang kian merona
Dan malam tetap menyisihkan cerita
Terukir di jerjak awan kemarin sore
Sepucuk rasa, kisah serta cerita
Diantara kita
Penggalan kata kian terukir di titik
lembayun
Antara sepucuk rasa dan kata
Tertata di longsongan syair pujangga
Mungkin senja ‘kan mengabadikan kisah
Dan terus mengukir cerita antara kita
Di jerjak awan
Senja antara kita
Dalam derai kisah
(Untuk sahabat Ku)
(F’86eN)

Apa perbedaan antara hambatan dan kesempatan? Perbedaannya terletak pada sikap ita dalam memandangnya. Selalu ada kesulitan dalam setiap kesempatan: dan selalu ada kesempatan dalam setiap kesulitan.(J. Sidlow Baxter)

Fauzi Blog's © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO