Minggu, 09 Maret 2008

Hutanku di Ujung Tanduk

Oleh : Muhammad Fauzi Rahman

Letak geografis Indonesia mendukung perkembangan hutan hujan tropis yang memiliki kekayaan flora dan fauna yang beraneka ragam. Tetapi keadaan ini tidak diolah dengan baik yang berasaskan lingkungan dan kelestariaannya, dimana para pemegang hak pengusahaan hutan (HPH), ijin pemanfaatan hasil kayu (IPHHK), dan hak pengusahaan hutan tanaman industri dan lain-lain hanya melihat nilai ekonomis dari hutan dan bukan melihat dampak dan kelestariaan hutan untuk kedepannya, begitu ironis, manusia mulai kehilangan nilai luhurnya menjaga kelestarian hutan.

Sungguh sangat memprihatinkan keadaan hutan Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Marauke dan telah di tetapkan menjadi paru-paru dunia kini kondisinya sungguh sangat memprihatinkan. Permasalahan ini bukan saja menjadi wacana hangat pemerintah Indonesia, hal ini juga menjadi rubric masyarakat internasional. Keadaan sumberdaya hutan Indonesia terancam krisis dan kecaman dari berbagai pihak baik dalam dan luar negeri yang prihatin terhadap kondisi hutan Indonesia dan dampaknya terhadap lingkungan yaitu terjadinya perubahan iklim (climate changing) yang mengancam hajad hidup orang banyak.

Meneropong kondisi hutan di Indonesia, berdasarkan data tahun 2003, tercatat bahwa secara nasional tingkat kerusakan hutan (deforestasi) mencapai 1,6 – 2 juta hektar setiap tahunnya. Hal yang sama juga terjadi di Sumatra Utara, berdasarkan Perda No. 7 tahun 20003 hutan di Sumatra Utara sekitar 3.679.338 hektar, dengan 1.557.200 hektar diantaranya adalah hutan lindung. Tetapi keadaan secara eksplisit terus berubah, dimana tingkat deforestasi yang terjadi di Sumatra Utara mencapai 76.000 hektar/tahun, dalam artian bahwa setiap harinya tingkat deforestasi mencapai 210 hektar. Apabila keadaan ini terus berlanjut dan tidak ada penanganan yang serius dari pemerintah ataupun non-pemerintah, akan dikhawatirkan hutan yang ada di Sumatra Utara akan habis dalam rentang waktu samapai 15 tahun. Data terakhir menunjukan (November 2004), kerusakan hutan di Sumatra Utara mecapai 694.295 hektar (18,78%) dan sebagian besar terjadi di kawasan hutan lindung seluas 207.575 hektar.

Dari analisis dan pengamatan, didapat indicator penyebab penyempitan lahan hutan antara lain yaitu ; terjadinya konversi hutan untuk perluasan perkebunan terutama perkebunan kelapa sawit; konversi hutan untuk pertambangan; penebangan hutan secara besar-besaran hutan industri dan hutan lindung, baik legal (HPH, IPHHK, HPHTI ) maupun illegal yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab; konversi hutan untuk kegiatan transmigrasi serta pengembangan dan perluasan wilayah.

Hutan kita di UJUNG TANDUK, haruskah kita menutup mata, dan hanya hanya berkata lirih inilah keadaanya! kalau bukan kita siapa lagi yang peduli.
Tunjukan kepedulian anda bung !!!.

Selasa, 04 Maret 2008

Tahukah Anda !!!

Tahukah anda bahwa disekitar anda ternyata adalah bahan-bahan dan makanan yang berbahaya terhadap kesehatan kita ??? dalam kesempatan ini saya akan menampilkan artikel kiriman Dosen Jurusan Geografi UNIMED “Ibu Dwihastuti” yang masih mejalani studi S2.

1.BEKAS-Botol-AQUA

Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT , etc) dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol (disebut juga sebagai lyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol2 ini mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2,jangan memakai-botol plastik.
2 . PENGGEMAR SATE dan Makanan yang di Panggang

Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita mempunyai timun yang disarankan dimakan setelah kita mengkonsumsi sate atau makan yang dipanggang. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata punya anti karsinogen. Jadi teman jangan lupa ya makan timun setelah makan sate agar teman tidak terjangkit penyakit berbahaya tersebut sate.

3.UDANG-DAN-VITAMIN-C

Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari udang dan vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang vatal dalam hitungan jam. Oleh karena itu kita harus berhati hati dalam mengkonsumsi vitamin suplemen tubuh, baca dan lihat kandungan komposisi penyusun suplemen, jangan sampai menjadi factor penyebab kerusakan kekebalan tubuh kita.

4. MI INSTAN

Untuk para penggemar mie instan pastikan anda punya selang waktu paling tidak tiga hari setelah anda mengkonsumsi mie instan, jika anda akan mengkonsumsi lagi. Dari informasi kedokteran, ternyata terdapat zat lilin yang melapisi mie instan. Itu sebabnya mengapa mie instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Mengkonsumsi mie instan setiap hari akan menyebabkan dan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkit kanker, hal ini lah yang menjadi masalah dalam gaya hidup modern yang tidak melihat keadaan dan makan yang dikonsumsi secara instan dan cepat saji, dalam hal ini mei instan merupakan salah satu jenis makanan yang sering dan sudah akrab dalam kehidupan manusia yang semakin sibuk dan tidak jarang kurang memperhatikan kondisi kesehatan tubuhnya. Berdasarkan data, diperlukan waktu 2 hari bagi tubuh untuk menetralisir zat yang membahayakan tubuh tersebut.

5. BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN

Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkusan makanan dan cendrung dianggap sebagai “pelidung” makanan. Anggapan ini tidak selamanya betul hal ini tergantung dari jenis bahan pembungkusnya (kemasan), cobalah mulai sekarang kita dapat memilih dan memilah bahan bahan dan peralatan yang kita gunakan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawa, kemuadahan keragaman, promosi dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya, inilah rangking teratas bahan kemasan yang perlu diwaspadai :

A.-Kertas
Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia , timbal masuk melalui saluran pernapasan-kita. Dari pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain, seperti: ginjal , hati, otak, saraf dan tulang.
Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain-(sakit)-&-paralysis-(kelumpuhan).Keracunan-yang terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah-gampang.Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan Koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbale makanan tsb.Sebagai usaha pencegahan , taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.

B.-Styrofoam

Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling popular dalam bisnis pangan.Tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya-saat dipegang.Selain itu,bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas,biaya murah, lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu-suatu-penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen-dalam-makanan. Sekarang baru kita sadari ternyata alat dan bahan yang kita gunakan sehari-hari sangat berbahaya bagi kesehatan kita. Mari bersama kita cermat memilih alat yang ramah lingkungan dan tidak mempengaruhi kesehatan kita.(fauzi)

Menguak Fakta di Balik Keprihatinan, Pengangguran Berpendidikan

Oleh : Muhammad Fauzi Rahman

Ungkapan yang cukup bijak dalam menguak persepsi dan paradoks fenomena pengangguran yang terjadi pada tahun terakhir ini. Bagaimana tidak, berdasarkan data dan fakta yang ada, tingkat pendidikan dan satuan pendidikan yang dijalani masyarakat Indonesia terus menunjukkan kurva peningkatan dari tahun ketahun. Hal ini dikarenakan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan semakin tinggi, keadaan juga didukung dengan semakin membludaknya perguruan tinggi yang memberikan program studi yang menarik dengan biaya yang cukup terjangkau dan masa studi yang cukup singkat.

Tiap tahun banyak sarjana-sarjana output perguruan tinggi terjun ke dunia kerja, bersaing dengan pencari kerja yang memiliki kemampuan dan kualifikasi beraneka ragam memperebutkan peluang dan posisi kesempatan kerja yang dapat dibilang sangat terbatas dalam suatu perusahaan. Yang sangat ironis, jumlah para pencari kerja tidak sebanding dengan kesempatan kerja yang diberikan, dan bahkan cukup jauh perbandingannya. Dalam hal ini siapakah yang dapat kita salahkan? Benarkah pemerintah yang bertanggung jawab penuh terhadap kondisi ini sepenuhnya?

Meningkatnya kesadaran manusia akan pentingnya pendidikan menjadi angin segar dunia pendidikan Indonesia, tetapi yang sangat disayangkan, keberadaan ini hanya sebuah klise pamor hidup untuk mencari status social, dan legitimasi tingkat pendidikan yang terkadang tidak bermutu karena hanya mengutamakan aspek kelulusan tanpa kualitas.

Dan sebagai dampaknya pengangguran berpendidikan dari tahun ketahun terus bertambah. Dan ironisnya penyumbang terbesar pengangguran di Indonesia adalah sarjana lulusan studi ilmu sosial. Hal ini, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Dirjen Dikti menunjukan, mereka yang tidak bisa bersaing di dunia kerja, umumnya merupakan lulusan progran studi Ilmu-ilmu Sosial.

Inilah paradoks keadaan kita, dan tidak di nafikan keberadaan ini membuat citra kualitas para sarjana khususnya dalam studi ilmu social begitu buruk dari pandangan masyarakat, karena tidak dapat menjadi aikon menuju kehidupan sejahtera dan berkualitas. Kadang paradigma ini tidak seutuhnya benar, pada dasarnya masa depan seseorang di tentukan oleh persiapan seseorang “mahasiswa” dari sekarang. Mengikuti pendidikan tinggi bukan jaminan untuk dapat pekerjaan, tetapi dengan pendidikan itu kita dapat menyingkap hidup memaknai keadaan, untuk memanfaatkan alam dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Kalau kita hanya berpikir selesai studi dapat lapangan pekerjaan, ini hanyalah pungguk merindukan bulan dan cara berikir yang harus dibenahi, karena cara berpikir ini untuk para lulusan SMA/ SMK/ SMP yang pada dasarnya memiliki tingkat pendidikan dan skill yang terbatas. Mereka hanya dapat mencari pekerjaan, dan jika mereka dapat menciptakan pekerjaan hal ini dikarenakan keahlian dan cara berpikir maju yang mereka bina untuk persiapan hidup di kemudian hari.

Hal ini juga tidak jauh beda dengan para sarjana pendidikan. Cara berpikir yang hanya menganggap selesai studi dapat mengajar pada suatu sekolah sebagai sabuk pengaman kesejahteraan, maka dikhawatirkan pada 2010 nanti, para guru-guru/ sarjana pendidikan yang tidak dapat mengikuti perkembangan IPTEK akan jauh tertinggal dari para guru/ sarjana yang mempersiapkan diri untuk menyongsong perkembangan jaman. Keadaan ini sudah kita rasakan bersama, isu-isu perdagangan bebas dan sekolah-sekolah bertaraf internasional membuat para pemimpin perusahaan dan sekolah-sekolah merekrut pegawai dan pengajar yang berkualitas serta dapat menguasai bahasa internasional. Tidak jarang sekolah-sekolah yang menyatakan dirinya sekolah bertaraf internasional mendatangkan guru-guru dari luar,untuk memenuhi kapasitas pengajarannya yang mengacu pada kurikulum internasional.

Dimanakah keberadaan kita sekarang ? Apakah kita hanya bersantai ria, hidup glamour dan hidonis yang kini menjadi virus kehidupan para mahasiswa. Apakah Anda mau menjadi Mahsiswa biasa-biasa saja, dipandang sebelah mata dan kadang tidak diakui kedudukan dan kualitasnya oleh masyarakat? Saya berharap itu bukan Anda.

Jadilah Aktor dari Kemajuan Bangsa, Bukan Jadi Sampah Pembangunan dan Penyakit Masyarakat. Karena masa depan Anda ! Anda yang menentukannya, dari sejauh mana Anda mempersiapkannya mulai dari SEKARANG.

Apa perbedaan antara hambatan dan kesempatan? Perbedaannya terletak pada sikap ita dalam memandangnya. Selalu ada kesulitan dalam setiap kesempatan: dan selalu ada kesempatan dalam setiap kesulitan.(J. Sidlow Baxter)

Fauzi Blog's © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO